Senin, 16 November 2015

KONSEP DASAR AKUNTANSI BIAYA


   A.    Pengertian Biaya dan Akuntansi Biaya

Ø  Pengertian Biaya
·         Dalam arti sempit, biaya adalah sebagai pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva.
·         Dalam arti luas, biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yg dapat diukur dalam satuan uang baik yang sudah terjadi maupun akan terjadi untuk tujuan tertentu.

Ø  Pengertian Akuntansi Biaya
Proses pengolahan bahan baku menjadi produk jadi disebut proses produksi, sedangkan biaya-biaya yg dikeluarkan untuk menjadi produk jadi disebut biaya produksi barang jadi. Biaya-biaya tersebut dikumpulkan untuk menentukan harga pokok produksi melalui proses akuntansi yg disebut akuntansi biaya. Dari sini, akuntansi biaya dapat diartikan sebagai proses pencatatan, pengelompokkan, pengikhtisaran dari bahan baku sampai menjadi barang jadi.

B.    Hubungan Akuntansi Biaya dengan Akuntansi Keungan dan Akuntansi Manajemen

1.      Akuntansi Keuangan
Adalah akuntansi yang bertujuan menghasilkan informasi keuangan untuk kepentingan pihak luar manajemen yakni investor, kreditur, pemegang saham, dan pihak luar lainnya.

2.      Akuntansi Manajemen
Adalah akuntansi yg bertujuan menghasilkan informasi keuangan untuk pihak manajemen.Akuntansi biaya mempunyai tujuan menghitung biaya produksi untuk menentukan harga pokok produksi  dan menyusun laporan biaya guna memenuhi keperluan manajemen. Karena akuntansi biaya hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan para pemakai dalam perusahaan, maka akuntansi biaya merupakan bagian dari akuntansi keuangan maupun akuntansi manajemen.

   C.    Tujuan Akuntansi Biaya 

 Tujuan Akuntansi Biaya antara lain:
·         Perencanaan serta pengendalian biaya
·         Untuk Menentukan harga pokok dari suatu produk ataupun jasa yang diproduksi oleh perusahaan dengan tepat serta teliti serta meringkas semua biaya produksi atau penyerahan jasa.
·         Pengambilan Keputusan Manajemen, keputusan khusus ini menyangkut masa mendatang

      D.    Pengklasifikasian Biaya

Pengklasifikasian atau penggolongan biaya merupakan suatu proses mengelompokkan dengan sistematis atas seluruh elemen yang ada menjadi kelompok kelompok tertentu agar lebih ringkas supaya bisa menyajikan informasi yang lebih.
Biaya merupakan suatu pengorbanan dari sumber ekonomi yang bisa diukur dalam satuan uang yang sudah terjadi atau mungkin akan terjadi untuk suatu tujuan tertentu. Unsur unsur pokok dari biaya adalah:
  •             Biaya adalah pengorbanan suatu sumber ekonomi
  •       Diukur dengan satuan uang
  •       Sudah terjadi atau berpotensi terjadi
  •       Untuk suatu tujuan tertentu
Dalam akuntansi biaya, biaya dikelompokkan kedalam berbagai macam cara, pada umumnya biaya ditentukan berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dengan pengelompokan tersebut. Didalam akuntansi biaya biasa dikenal dengan istilah different costs for different purposes. Ada 5 cara dalam penggolongan biaya:

    1.      Berdasarkan obyek pengeluaran.
Nama objek pengeluaran adalah dasar penggolongan biaya. contohnya bahan bakar, maka seluruh pengeluaran yang terkait dengan bahan bakar disebut dengan biaya bahan bakar

   2.      Berdasarkan fungsi pokok dalam perusahaan.
Pada perusahaan manufakture, terdapat 4 fungsi pokok, diantaranya: fungsi produksi, fungsi pemasaran, fungsi administrasi, dan fungsi keuangan
   
   A.    Fungsi Produksi
Fungsi Produksi merupakan fungsi yang selalu berhubungan dengan aktivitas pengolahan raw material (bahan baku) menjadi produk yang siap jual. berdasar pada fungsi produksi, biaya produksi bisa dikelompokkan kedalam beberapa kelompok:

·         Biaya Bahan Baku, bahan yang diproses (diolah) menjadi bagian produk selesai, pemakaian-nya bisa diidentifikasi atau merupakan bagian integrall pada product tertentu. Biaya bahan baku ialah harga perolehan tas bahan baku yang terpakai dalam pengolahan product.
·         Biaya Tenaga Kerja Langsung, merupakan imbalan (balas jasa) yang diberikan kepada tenaga kerja (karyawan) pabrik yang manfaatnya terasa secara langsung pada produk yang dihasilkan perusahaan.
·         Biaya Overhead Pabrik, merupakan biaya produksi yang selain dari biaya tenaga kerja langsung (BTKL) dan biaya bahan baku (BB). memiliki elemen-elemen yang bisa digolongkan kedalam:
-          Biaya bahan baku penolong
-          Biaya tenaga kerja tak langsung
-          Biaya depresiasi depresiasi dan amortisasi aset tetap pabrik
-          Biaya reparasi dan maintenance aset tetap pabrik
-          Biaya listrik,air pabrik
-          Biaya isurance pabrik
-          Biaya overhead lain-lain

   B.     Fungsi pemasaran
Fungsi pemasaran merupakan fungsi yang terkait dengan aktivitas penjualan produk jadi siap jual dan bisa mendapatkan laba yang sesuai dengan keinginan. dengan dasar fungsi pemasaran, biaya bisa digolongkan kedalam biaya pemasaran. biaya pemasaran merupakan biaya untuk menjalankan aktivitas pemasaran, misalnya :
Biaya iklan
Biaya angkut penjualan
Biaya promosi
Biaya gaji bagian pemasaran
   
C.     Fungsi Administrasi dan umum
Fungsi ini merupakan fungsi yang terkait dengan aktivitas dalam penentuan suatu kebijakan, pengarahan, serta pengawasan aktivitas perusahaan secara menyeluruh suapa bisa berjalan dengan efektif dan efisien. berdasar pada fungsi administrasi dan umum, biaya bisa digolongkan kedalam biaya administrasi dan umum, yaitu biaya yang dikorbankan dalam mengkoordinir aktivitas produksi dan pemasaran. misalnya, biaya gaji divisi keuangan, akuntansi, biaya pemeriksaan akuntan, biaya personalia dan lain lain

   D.     Fungsi keuangan
Fungsi keuangan merupakan yang berkaitan dengan aktivitas keuangan, penyediaan dana yang dibutuhkan oleh perusahaan. biaya ini dinamanakan biaya keuangan. contohnya biaya bunga.

3.      Berdasarkan hubungan biaya dengan yang dibiayai

Pusat biaya bisa dihubungkan dengan produk yang diproduksi (dihasilkan), departemen yang terdapat pada pabrik, wilayah pemasaran ataupun bagian-bagian didalam perusahaan. pengelompokan biaya berdasarkan objek atau pusat biaya bisa dibagi menjadi :
·         Direct Cost (Biaya Langsung), merupakan biaya yang manfaatnya bisa diidentifikasi dalam objek tertentu
·         Indirect Cost (Biaya tak Langusng), merupakan biaya yang manfaatnya tidak bisa diidentifikasi dalam objek tertentu, atau dengan kata lain, biaya dimana manfaatnya dinikmati oleh beberapa objek atau pusat biaya

Dalam kaitannya dengan product, biaya bisa dibagi 2, yaitu:
·         Biaya Langsung Kepada Product, biaya raw material (bahan baku) dan biaya tenaga kerja langung adalah biaya langsung terhadap product karena bisa diidentifikasi secara langsung pada product
·         Biaya Tidak Langsung kepada Product, Biaya overhead pabrik adalah biaya tidak langsung kedalam produk karena tidak bisa diidentifikasi secara langsung pada produk

Dilihat kaitannya deng departemen-departemen yang terdapat dalam pabrik, biaya bisa digolongkan menjadi biaya langsung departemen dan juga biaya tidak langsung departemen. tujuan dari sebuah departmentalisasi ialah guna ketelitian pembebanan harga pokok serta untuk pengendalian atas biaya. department dalam pabrik bisa digolongkan menjadi 2 kelompok:
·         Departemen produksi, departement produksi adalah bagian yang ada dalam pabrik diaman dilaksanakan pengolahan bahan baku (raw material) menjadi  produk jadi.
·         Departmen jasa, merupakan bagian yang ada dalam pabrik yang menghasilkan jasa yang nantinya akan dimanfaatkan oleh departemen yang lain. baik departemen produksi ataupun departemen jasa yang lainnya.

   4.       Berdasarkan perilaku biaya yang berkaitan dengan perubahan volume aktivitas

Pengelompokan biaya sesuai dengan perubahannya pada kegiatan utama yang bertujuan untuk perencanaan serta pengendalian biaya, dan juga pengambilan suatu keputusan. tendensi perubahan suatu biaya terhadap aktivitas bisa digolongkan menjadi:

   A.    Biaya tetap
·         Biaya yang jumlahnya tetap tidak dipengaruhi perubahan atas volume kegiatan hingga suatu tingkatan tertentu.
·         Biaya satuan akan mengalami perubahan yang berbanding terbalik dengan perubahan atas volume aktivitas.

   B.     Biaya variabel
·         Biaya dimana jumlahnya akan mengalami perubahan secara proporsional dengan perubahan volume aktivitas.
·         Biaya satuan takterpengaruh oleh perubahan volume aktivitas/kegiatan.

   C.     Biaya semi-variabel
·         Biaya dimana jumlahnya berubah sesuai dengan perubahan volume aktivitas/kegiatan, namun perubahannya tak sebanding.
·         Biaya satuan berubah terbalik dihubungkan dengan perubahan volume aktivitas/kegiatan namun sifatnya tak sebanding.
   
   5.      Berdasarkan jangka waktu manfaat

Biaya bisa dibagi menjadi dua jika berdasarkan pada jangka waktu manfaatnya:
·         Capital Expenditures (pengeluaran modal), merupakan pengeluaran suatu biaya yang memiliki manfaat lebih dari satu tahun buku (periode akuntansi). Ketika pengeluaran ini terjadi, dikapitalsi kedalam harga perolehan aset dan pembebanannya pada periode akuntansi diaman aset tersebut dimanfaatkan
·         Revenue Expenditures (Pengeluaran Pendapatan), pengeluaran ini memberikan manfaatnya pada waktu periode akuntansi dimana pengeluaran itu terjadi. Umumnya, pengeluaran ini langsung dibebankan pada periode tersebut.

REFERENSI :


Jumat, 02 Oktober 2015

Koperasi simpan pinjam mitra abadi

·        Latar belakang koperasi mitra abadi

Dengan keinginan yang luhur yaitu saling bantu membantu antara sesama untuk tercapainya kesejahteraan bersama, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat disekitar kita, sehingga muncul pemikiran dan keinginan untuk membentuk suatu badan usaha untuk mencapai hal tersebut diatas. Dan yang dianggap paling cocok untuk mencapai hal tersebut adalah badan usaha Koperasi, maka dari itu berdirilah Koperasi Simpan Pinjam "Mitra Abadi" yaitu pada hari Rabu Tanggal 18 Nopember 2009 di jalan Danau Buyan No.9 Intaran Sanur dengan anggota pendiri sejumlah 32 orang.

Dalam hal ini kami mengucapkan puji syukur kehadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa, karena atas restuNya kami bisa membentuk badan usaha Koperasi, dimana nanti dengan terbentuknya badan usaha ini sedikit tidaknya dapat membantu kami dalam beryadnya ke pada Ida Sang Hayang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa, kepada sesama manusia dan lingkungan kita, inilah tujuan utama dari terbentuknya Badan Usaha Koperasi Simpan Pinjam Mitra Abadi. Dan atas restuNya juga Badan Hukum Koperasi Simpan Pinjam "Mitra Abadi" keluar pada tanggal 26 Januari 2010 dengan No.72/BH/XXVII.9/I/2010.

Kami yakin kalau koperasi itu dikelola dengan jujur, bijaksana dan melaksanakan prinsip-prinsip koperasi dengan baik dan benar serta dibantu dengan IT yang memadai dan selalu sujud dan bersyukur kepada Tuhan pasti koperasi itu akan berjalan dengan baik sesuai dengan harapan kita bersama dan kami yakin pasti akan ada sepanjang jaman.
Koperasi Simpan Pinjam “Mitra Abadi” ini berdiri bukan semata-mata untuk menggapai atau mencari keuntungan, tapi ada kegiatan sosial yang mesti kami lakukan, seperti slogan kami yaitu “Bersama Rakyat Kecil Membangun Bangsa”. (si kaya membantu si miskin untuk mencapai kesejahteraan bersama).

·        Visi dan misi serta tujuan koperasi simpan pinjam mitra abadi

VISI 
"Koperasi Yang Peduli Akan Ekonomi Kerakyatan Dan Bersama-Sama Membangun Perekonomian Bangsa"

MISI
Ø     Mencari Dana Murah Untuk Disalurkan Menjadi Pinjaman Yang Murah Kepada Anggota, Calon Anggota Dan Masyarakat Demi Kelancaran Usahanya
Ø     Menciptakan Tenaga Kerja Yang Handal, Jujur Dan It Yang Memadai Demi Lancarnya Pelayanan Kepada Anggota, Calon Anggota Dan Masyarakat
Ø     Membantu Menumbuh kembangkan Usaha Kecil Anggota, Calon Anggota Dan Masyarakat Agar Bisa Bertahan Dan Bersaing Pada Jaman Globalisasi Ini

TUJUAN
"Mensejahterakan Anggota Dan Bersama Pemerintah Mengentaskan Kemiskinan"

·        Prinsip-prinsip koperasi
Prinsip-prinsip koperasi merujuk pada Undang-undang nomer 25 tahun1992 , prinsip-prinsip koperasi adalah :
1.      Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka.
2.      Pengelolaan dilakukan secara demokratis.
3.      Pembagian SHU dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota.
4.      Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.
5.      Kemandirian.
6.      Pendidikan perkoperasian.
7.      Kerjasama antar koperasi.

Berikut ini adalah penjelasan tentang prinsip-prinsip tersebut:
1.      Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka.
Siapapun yang memenuhi persyaratan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD dan ART) koperasi dapat menjadi anggota. Seseorang tidak dapat dipaksa untuk menjadi anggota. Mereka dapat dengan bebas menentukan pilihannya. Demikian juga bila hendak keluar dari koperasi, mereka dapat memutuskan sendiri, asalkan sesuai dengan ketentuan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya.
Sifat terbuka memiliki arti bahwa dalam keanggotaan tidak dilakukan pembatasan (diskriminasi)dalam bentuk apapun.(Penjelasan UU No. 25/1992 pasal 5 ayat 1 huruf a).

2.      Pengelolaan dilakukan secara demokratis, yang artinya :
·         Rapat anggota adalah pemegang kekuasaan tertinggi.
·         Urusan kegiatan koperasi diselenggarakan oleh pengurus. 
·         Pengurus dipilih dari dan oleh anggota.
·          Pengurus mengangkat manajer dan karyawan atas persetujuan rapat anggota.
·         Kebijakan pengurus dikontrol oleh anggota melalui pengawas.
·         Laporan keuangan dan kegiatan koperasi lainnya terbuka dan tran-sparan.
·         Satu anggota satu hak suara.

3.      Pembagian SHU dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota.

·         Bagian SHU untuk anggota, dihitung secara sebanding (proporsional) berdasarkan transaksi dan penyertaan modal (simpanan pokok dan simpanan wajib) setiap anggota pada akhir tahun buku.
·         Transaksi anggota tercatat di koperasi.
·         Persentase SHU yang dibagikan kepada anggota ditentukan dalam rapat anggota

4.      Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.
Modal dalam koperasi dipergunakan untuk kemanfaatan anggota, bukan untuk sekedar mencari keuntungan. Karena itu, anggota memperoleh bunga yang terbatas terhadap modal. Bunganya tidak lebih dari suku bunga bank pemerintah yang lazim. Anggota memperoleh keuntungan dalam bentuk lain, seperti mengikuti pendidikan anggota dan dapat memperoleh produk dengan mudah, murah dan bermutu tinggi.

5.      Kemandirian.
Kemandirian berarti koperasi tidak bergantung pada pihak lain. Karena koperasi memiliki :
·         Modal sendiri yang berasal dari anggota.
·         Pengelola sendiri, yaitu pengurus yang dipilih dari dan oleh anggota.
·         AD dan ART sendiri. Koperasi membuat AD dan ART-nya dengan merujuk pada Undang-undang Nomor 25 tahun 1992.
                                       
6.      Pendidikan perkoperasian.
Untuk meningkatkan kemampuan manajemen dan terlaksananya prinsip-prinsip koperasi, maka penting sekali anggota, pengurus dan karyawan koperasi ditingkatkan pemahaman, kesadaran dan keterampilannya melalui pendidikan. Besarnya biaya pendidikan ditetapkan oleh anggota dalam rapat anggota.

7.      Kerjasama antar koperasi.

·         Koperasi dapat bekerjasama dengan koperasi-koperasi lain di tingkat lokal, nasional ataupun internasional.
·         Di Indonesia, koperasi-koperasi primer bisa membentuk pusat dan induk di tingkat regional dan nasional.

·        Struktur organisasi mitra abadi
Rapat anggota
Ø  Pengurus
Ketua                                                  : I wyn sudiartha
Sekretaris                                            : I made astina
Bendahara                                           : I ketut candra
Ø  Pengawas
Ketua                                                  : I made losin
Anggota                                              : I made mendra
Anggota                                              : I nyoman murdi
Ø  Pengelola
Ketua pengurus                                   : I wyn sudiar
Kepala bagian dana dan pinjaman      : I made astina

Kasir                                                    : Ni wy.septiari putri
Costumer service                                 : Ni putu somawati
P.lapangan                                           : Eliawati
P.lapangan                                           : Ni made suartini
P.lapangan                                           : Ni ketut rasni
Kebersihan                                          : Tatik rumiati

·        Produk koperasi simpan pinjam mitra abadi

SIMPANAN SUKARELA dengan suku bunga yang bersaing.

SIMPANAN BERJANGKA dengan suku bunga :
·         3 BULAN 6% PER TAHUN
·          6 BULAN 8% PER TAHUN
·         12 BULAN 10% S/D 12% PER TAHUN

PINJAMAN (modal usaha, konsumtif, pendidikan, investasi)
BUNGA :
·         Anggota 1,5% Menurun
·         Calon Anggota 1,75% Menurun
UNTUK ADMINISTRASI :
·         6 Bulan 1,5%
·         12 Bulan 2,00%
·         24 Bulan 2,25%
·         36 Bulan 2,5%

Semua Pinjaman Dikenakan Biaya Pemeriksaan Atau Biaya Lain Sesuai Dengan Jumlah Pinjaman
PERSYARATAN PINJAMAN
1.Photo copy KTP suami dan istri yang masih berlaku masing2 2 lembar.
2. Photo copy KK satu lembar.
3. Photo copy slip gaji satu lembar (karyawan swasta/PNS).
4. Photo copy pembukuan satu lembar (pedagang/pengusaha).
5. Surat kuasa penanggung (jaminan atas nama orang lain).
6. Jaminan (BPKB, Sertipikat Tanah, Simpanan di KSP. Mitra Abadi).

Kesimpulan :
Koperasi simpan pinjam mitra abadi bergerak dalam bidang usaha simpan pinjam.Koperasi mitra abadi  berdiri pada hari Rabu Tanggal 18 Nopember 2009 di jalan Danau Buyan No.9 Intaran Sanur dengan anggota pendiri sejumlah 32 orang. Koperasi simpan pinjam mitra abadi ini berdiri bukan semata-mata untuk menggapai atau mencari keuntungan, tetapi saling bantu membantu antara sesama untuk tercapainya kesejahteraan bersama,dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.Di dalam koperasi terdapat juga kegiatan sosial yang membedakkan koperasi ini dengan koperasi lainnya.Produk yang ditawarkan oleh koperasi mitra abadi adalah simpanan sukarela,simpanan berjangka,dan pinjaman.